ANTARA MENABUNG DAN INVESTASI, MANAKAH YANG PALING UNTUNG???

Halo Sobat Pena Ilmu, Bagaimana kabarnya hari ini? Saya harap selalu dalam keadaan baik-baik saja yaa.

Kita pasti sejak dari kecil sudah ditanamkan mindset atau pemikiran oleh orang tua kita untuk selalu menabung dari uang sisa jajan kita sehari, kegiatan menabung ini bisa kita lakukan kapanpun, dimanapun, dan tidak mengenal besaran uang yang ditabung. Sehingga, berkat dari mindset itulah kita bisa menjadi pribadi yang selalu menerapkan prinsip menabung sampai saat ini. Dan beruntunglah orang-orang yang selalu menerapkan prinsip menabung sejak dini apalagi di masa yang serba susah saat ini dikarenakan ada pandemi virus Covid 19.

Bertahun-tahun berikutnya, muncullah istilah yang baru, mungkin sebagian orang sudah mendengar ada istilah ini yaitu Investasi. Secara umum, investasi adalah kegiatan penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan untuk mendapatkan hasil dari kegiatan yang dilakukan.

Banyak dari tokoh-tokoh dunia yang berhasil menjadi miliarder berkat Investasi ini, salah satunya Warren Buffet, yang melakukan investasi saham coca cola selama bertahun-tahun, sehingga berkat hasil investasinya tersebut, membuat dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Berkat kisah keberhasilannya tersebut, membuat banyak pihak ingin mengikuti cara Warren Buffet untuk menjadi salah satu orang terkaya di dunia melalui investasi.

Tetapi, seperti pisau bermata dua, investasi bisa menjadi alat yang sangat menguntungkan dan bisa menjadi alat yang sangat mematikan bagi seseorang yang kurang paham mengenai teknis dari investasi ini.

Maka tak jarang, kehidupan seseorang bisa berubah menjadi 1800 jika sudah menguasai kegiatan investasi ini. Maka dari itu, di kesempatan kali ini, saya akan melakukan perbandingan antara Menabung dengan Investasi berdasarkan hal-hal yang cukup relevan (berhubungan) dengan kedua istilah tersebut. Dimana hasil akhir, akan saya lempar kembali ke para pembaca sebagai tindakan terakhir. Mari kita mulaikan!!!!

HAL PERTAMA: BENTUK DAN JENIS PRODUK

See the source image
Ilustrasi

Hal pertama yang harus kita ketahui dalam memutuskan apakah kita akan melakukan investasi atau menabung yaitu dalam hal produk yang tersedia di kedua istilah tersebut.

Dalam kegiatan menabung, biasanya produk utama yang ditabung biasanya berbentuk uang yang bisa disimpan dimana saja, mulai dari celengan sampai ke dalam bentuk tabungan. Sedangkan, dalam kegiatan berinvestasi, produk yang diinvestasikan ada bermacam-macam mulai dari Reksa Dana, Saham, Obligasi, Surat Berharga Negara (SBN), Crypto atau BitCoin, Properti, dan Tanah. Dimana masing-masing dari produk tersebut memiliki risiko yang berbeda-beda pula.

HAL KEDUA : KEMUDAHAN AKSES

See the source image
Ilustrasi

Dalam kegiatan menabung, akses yang diberikan sangat mudah. Mulai bisa dilakukan oleh diri sendiri atau melalui beberapa bank yang menyediakan fasilitas tabungan, dan persyaratan untuk melakukannya terbilang cukup mudah (bagi yang ingin menabung di bank). Salah satu kemudahan akses pada saat menabung yaitu pada saat penarikan uang yang bebas kapan saja dan dimana saja asalkan ada ATM / tempat penarikan uang (bagi yang ingin menabung di bank), bagi yang melakukannya secara individu bisa langsung potong aja celengannya. Hehehehe…..

Sedangkan dalam kegiatan investasi, akses yang diberikan cukup mudah, apalagi banyak bank atau lembaga keuangan yang menyediakan akses ini, salah satunya Bank Mandiri yang mempunyai wadah bagi para investor (orang yang melakukan investasi) yaitu Mandiri Sekuritas. Tetapi, yang menjadi masalah bagi para investor yaitu pada saat mengambil uang tersebut harus sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Bank tersebut. Jadi tidak bisa diambil sewaktu-waktu membutuhkan uang tersebut.

HAL KETIGA : KEUNTUNGAN

See the source image
Ilustasi

Berbicara mengenai keuntungan memang tidak ada habisnya terlebih dalam memilih kegiatan berinvestasi atau menabung.

Dalam kegiatan menabung, khususnya dalam hal keuntungan, cenderung keuntungannya relatif tidak terlalu signifikan (melonjak tajam) atau bisa dibilang keuntungan kecil (jika menabung di bank), sama hal-hal dengan menabung secara individu melalui celengan, justru keuntungan dari hasil menabung tersebut bisa dibilang tidak ada, karena tidak ada tambahan keuntungan, hanya berasal dari sisa hasil uang harian saja.

Berbeda hal dengan kegiatan investasi, yang mempunyai tingkat keuntunganya bisa mencapai 100% bahkan bisa lebih tergantung produk investasi yang dipilih, salah satu instrument atau produk investasi yang memiliki keuntungan tertinggi yaitu investasi saham.

HAL KEEMPAT : RISIKO KERUGIAN

See the source image
Ilustrasi

Berbicara mengenai kerugian memang tidak ada habisnya terlebih dalam memilih kegiatan berinvestasi atau menabung.

Dalam kegiatan menabung, risiko yang ditanggung oleh konsumen sejauh ini bisa dibilang cukup kecil, selagi Bank yang menyelenggarakan program tabungan memiliki predikat yang cukup bagus dan dikenal oleh masyarakat. Jadi risiko kehilangan uang atau sejenisnya dibisa di antisipasi dengan baik.

Berbeda 1800 dengan kegiatan investasi, yang memiliki risiko pada setiap produk investasi, mulai dari risiko terendah sampai tertinggi. Risiko terendah dipegang oleh produk investasi Emas, sedangkan risiko tertinggi dipegang oleh produk investasi Saham.

HAL KELIMA : TUJUAN

See the source image
Ilustrasi

Setelah kita membandingkan kegiatan menabung dan investasi, maka kurang lengkap kita membandingkan tujuan seseorang dalam melakukan kegiatan menabung dan berinvestasi.

Dalam kegiatan menabung, tujuan seseorang melakukan kegiatan tersebut, hanya untuk menyiapkan dana darurat yang bisa dipakai jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang diinginkan.

Berbeda dengan kegiatan berinvestasi, tujuan seseorang melakukan kegiatan tersebut, bisa bermacam-macam seperti ingin merasakan keuntungan, ingin mengamati pergerakan pasar modal, atau hanya ingin merasakan sensasi atau pengalaman berinvestasi.

Dari beberapa hal yang sudah saya bahas mengenai istilah Menabung dan Investasi. Kira-kira menurut para pembaca lebih untungan mana? Apakah Menabung? Atau Berinventasi? Silakan tulis jawaban kamu dikolom komentar yaa.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga kita selalu dalam keadaan baik-baik saja. God Bless For Us.

MENGENAL ISTILAH PENGELUARAN TAK TERLACAK “MYSTERY SPENDING”

Hallo Sobat Pena Ilmu. Bagaimana kabarnya hari ini ? Saya harap selalu dalam keadaan baik-baik saya.

Kita sebagai makhluk sosial secara langsung atau tidak langsung pernah membeli berbagai macam produk yang kita inginkan asal kita memiliki cukup uang untuk membeli dan kita juga tau barang apa yang ingin kita beli atau perlukan dengan uang tersebut.

Tetapi, ada satu kondisi dimana, kalian memiliki uang yang cukup banyak, namun secara tidak sadar duit yang kalian punya sudah tiba-tiba habis entah pergi kemana tuh uangnya, padahal kalian merasa cukup berhemat atau pilih-pilih dalam hal belanja.

Kita ambil contoh seperti ini: Si A dalam sebulan memiliki uang sebesar 2 Juta, namun seiring berjalannya waktu dia kaget ketika membuka isi dompet uang nya tinggal 50 ribu saja. Padahal menurut dia, dia hanya membeli kebutuhan atau barang-barang yang ia perlukan saja dan dia selalu mencatat segala pengeluaran yang ia keluarkan, juga menurut dia pengeluaran yang biasa ia keluar per bulan hanya 1,5 juta saja, kenapa jadi membengkak pengeluarannya jadi tinggal 50 ribu saja.

berkaca dari contoh diatas, ada salah satu istilah yang asing di telinga kita yaitu Pengeluaran Tak Terlacak / The Mystery Spending

PENGERTIAN PENGELUARAN TAK TERLACAK

See the source image

Pengeluaran Tak Terlacak / Mystery Spending didefinisikan sebagai uang tunai yang dikeluarkan namun konsumen tidak yakin atau tidak mengetahui untuk apa uang tersebut digunakan. Singkatnya, konsumen secara tidak sadar kemana uang itu keluar buat keperluan apa aja.

Berdasarkan hasil survei perusahaan riset internasioanl YouGov bersama Visi, Setiap minggunya lebih dari Rp 440.000 dana orang indonesia tak terlacak kemana pengeluaran tersebut pergi. Yang mayoritas orang yang terkena Mystery Spending yaitu orang indonesia yang berusia 45 – 54 Tahun.

Tak hanya di Indonesia yang terkena Mystery Spending, ada 4 negara yang memiliki persentasi terbesar dalam hal Mystery Spending antara lain:

  1. Thailand
  2. China
  3. India
  4. Indonesia

LANTAS APA SAJA YANG MEMBUAT SESEORANG MENGALAMI PENGELUARAN TAK TERLACAK ATAU MYSTERY SPENDING INI???

1. Sakit

See the source image

Tidak ada orang yang tidak pernah sakit dan tidak ada juga orang yang dapat memprediksi kapan ia akan jatuh sakit. Penyakit bisa datang kapan saja, baik ketika kita sedang banyak uang ataupun kurang uang. Pengobatan pun tidak selalu murah. Oleh karena itu, kita harus berjaga-jaga dengan uang kita. Dan yang terpenting, selalu gembira ya, karena hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

2. Musibah

See the source image

Sama halnya seperti penyakit, musibah datang tanpa ada perencanaan. Ketika bencana datang, pengeluaran yang harus dikeluarkan menjadi besar. Masalah akan semakin runyam ketika kamu tidak memiliki uang untuk menyelesaikannya. Musibah yang dimaksud adalah seperti kebakaran rumah, kendaraan rusak, kebanjiran, dll.

3. Barang Diskon

See the source image

Potongan harga sungguh sangat menggoda, apalagi jika barang itu sudah lama kita incar. Saat itulah kita harus mengambil keputusan yang berat, yaitu untuk tetap menahan diri karena itu bukan kebutuhan, atau beli saja karena kesempatan tidak datang dua kali. Apapun pilihan kamu, pikir dahulu sebelum membeli. Ingat bagaimana kondisi keuanganmu, dan seberapa butuh kamu akan barang tersebut. Jangan sampai menyesal setelah membeli.

4. Pulsa Telepon Seluler

See the source image

Biaya untuk pulsa seringkali membengkak karena terkadang secara tidak sadar kita memakainya untuk hal-hal yang tidak berguna. Pulsa biasanya dianggap sepele sehingga kita tidak berpikir sebelum menggunakannya. Hal ini yang membuat pulsa membengkak. Pakailah pulsa untuk hal-hal yang perlu, missal untuk menelepon orang tua, membicarakan hal-hal penting, dan jika tidak penting gunakan cara komunikasi yang lebih murah, bahkan gratis.

5. Traktiran

See the source image

Pengeluaran untuk hal ini biasanya terjadi di bulan ulang tahun kamu. Ketika momen bahagia itu datang biasanya kita ingin merayakannya bersama keluarga dan teman-teman terdekat. Tentunya untuk melakukan perayaan harus ada uang yang dibayarkan. Tapi ingat, traktiran itu tidak harus mahal, carilah tempat yang sesuai kantong, atau jika kamu tidak punya uang, sekedar ngumpul bareng juga bisa kok. Kebersamaan itu yang paling penting, kan?

6. Hobi

Ini dia pengeluaran yang biasanya suka kebablasan. Melakukan hobi memang sangat menyenangkan, saking menyenangkannya, hal ini bisa membuat kita lupa tentang bagaimana kondisi kantong kita. Sifat yang ingin terus memuaskan hasrat kita ini dapat berdampak buruk pada hidup kita nantinya. Ketika uang sudah habis karena semua terpakai untuk menyalurkan hobi. Lebih baik, anggarkan sebagian uang untuk disalurkan ke hobi kamu setiap bulannya, sehingga pengeluaran dapat lebih dikontrol.

7. Memberikan Hadiah dan sumbangan

Sebagai manusia, tentu sifat berbagi sangat perlu. Hal ini juga merupakan sumber pengeluaran tak terduga setiap bulannya. Ketika diundang ke pesta pernikahan teman, memberikan hadiah merupakan hal yang sangat lazim. Memang kita harus memberikan hadiah, tetapi hadiah itu harus yang sesuai dengan kemampuan kamu. Jangan berkaca pada orang yang lebih tinggi status sosialnya dari kamu dengan alasan gengsi karena hal itu hanya membuat uang kamu habis. Ingat, selalu memberi dari apa yang kamu miliki.

Jadi seperti itu yaa sobat Pena Ilmu, memang kita sebagai makhluk sosial tidak bisa terlepas dari yang namanya pengeluaran, tetapi alangkah baiknya kita juga harus mengkontrol pengeluaran diri kita agar kita bisa tau kemana arus pengeluaran dan bisa lebih cermat lagi untuk me-manage keuangan kita.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, semoga kita semua menjadi orang yang lebih baik lagi dalam mengatur keuangan kita. God Bless For Us.

CARA MENJADI PRIBADI BERTITLE S2 “SABAR dan SYUKUR” DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Halo Sobat Pena Ilmu, bagaimana kabarnya? semoga kita semua dalam keadaan baik-baik saja yaa.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pastinya selalu mendapatkan berbagai macam cobaan dan nikmat dari segala arah yang kita tidak pernah ketahui. Apalagi ditengah kondisi saat ini, dimana banyak sekali peristiwa yang membuat kita harus lebih bisa menjalani hidup sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam setiap keyakinan beragama, para pemuka agama selalu menasihati kita sebagai umat atau kaum yang beriman kepada Allah dan kepada para utusan (Malaikat dan para nabi – rasul). Untuk bisa menjalani hidup lebih baik dengan memegang erat 2 Prinsip ini yaitu Sabar dan Syukur.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini. Saya akan menjelaskan dan memberikan tips dan tips agar kita bisa selalu menerapkan kedua prinsip tersebut. Yang pasti berdasarkan dalil-dali atau firman tuhan dari berbagai agama yang ada di indonesia, saya ambil contoh 2 agama terbesar di indonesia yaitu Agama Islam dan Agama Kristen.

Pengertian Sabar

Sabar adalah suatu sifat dari dalam diri manusia, dimana ketika seorang manusia dihadapkan dengan berbagai cobaan dia tidak kehilangan jati dirinya sebagai manusia dan justru malah berusaha untuk selalu berpikir tenang, positif, dan berkepala dingin untuk menemukan solusi atas cobaan tersebut sebagai pilar kebahagian dalam menjalani hidup. maka arti dari kata Bersabar adalah tindakan atau reaksi seorang manusia atau hamba Allah terhadap masalah yang sedang ia hadapi (apakah berfikir positif atau justru sebaliknya).

Sikap sabar pula merupakan salah satu sikap yang sangat terpuji dan sangat dicintai Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Didalam agama manapun, dijelaskan mengenai sikap sabar antara lain:

  1. Dalam Al-Quran Surat Al-Imran Ayat 186 Allah berfimran, “Kamu pasti akan diuji dengan harta dan dirimu. Dan sungguh kamu pasti akan mendengar banyak hal yang menyakitkan hari dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Dan jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang patut diutamakan.
  2. Dalam Al-Quran Surat Al-Imran Ayat 200 Allah berfimran, “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertaqwa kepada Allah agar kamu beruntung.
  3. Dalam Al-Kitab Timotius 2 Ayat 24-25 Tuhan berfirman dalam kitabnya, “Timotius mengatakan bahwa hamba Tuhan tidak boleh bertengkar melainkan harus ramah kepada semua orang. Seorang hamba Tuhan harus cakap mengajar, sabar, dan lemah lembut karena bukan hal yang tidak mungkin bagi Tuhan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat dan memimpin mereka kembali kepada jalan kebenaran.
  4. Dalam Al-Kitab Mazmur 7 Ayat 11 Tuhan berfirman dalam kitabnya, “Berkata bahwa Allah merupakan Allah yang bisa murka tetapi Ia (Allah) pun Hakim yang adil. Jadi tenanglah karena kita mempunyai Hakim di atas segala hakim.

Dari beberapa Ayat-ayat atau firman tuhan dari beberapa keyakinan yang dianut, maka kita sebagai makhluk yang beragama dan berkeyakinan kepada Allah (Tuhan Yang Maha Esa) untuk selalu bersabar atas segala macam kondisi apapun.

Adapun Tips dan Trik menurut saya agar kita untuk senantiasa bersabar dalam kondisi apapun yaitu:

  • Mendekatkan diri kepada Allah (Tuhan yang Maha Esa) dengan selalu beribadah dan menjalankan perintah-perintah dariNYA.
  • Selalu berfikir positif dan memandang bahwa setiap cobaan pasti ada hikmah dan tujuannya sendiri bagi kita selaku umat beragama dan berkeyakinan.
  • Berusaha untuk menempatkan pemikiran bahwa “Seseorang kalo sedang diuji berarti Tuhan lagi menaikan derajat dia (hambanya) di mata para manusia”

Pengertian Syukur

Dalam Agama Islam dan Agama Kristen ataupun agama yang lainnya, sering kita jumpai atau pernah kita mendengar nasihat dari para pemuka agama untuk selalu mengajak para pendengarnya untuk selalu mengucapkan rasa syukur kepada Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Namun, apakah kita mengetahui definisi dari rasa Syukur tersebut?

Secara garis besar rasa Syukur adalah suatu bukti rasa cinta seorang hamba Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah Tuhan berikan kepada dirinya. Maka dari itu arti dari Bersyukur adalah suatu tindakan atau reaksi yang menunjukan seorang hamba Allah cinta atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada dirinya.

Di dalam Agama Islam maupun Agama Kristen ataupun Agama lainnya, banyak sekali ayat-ayat suci Alquran ataupun Firman-Firman Tuhan dari kitab yang menjelaskan tentang rasa Syukur antara lain:

  1. Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 152, Allah berfirman, “Maka ingatlah kamu Kepada-Ku (Allah), niscaya Aku (Allah) ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku (Allah), dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.
  2. Dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 7, Allah berfirman, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.
  3. Dalam Al-Kitab Ibrani 13 Ayat 15-16, Tuhan berfirman, “sebab itu marilah kita, oleh Dia (Tuhan), senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberikan bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
  4. Dalam Al-Kitab Mazmur 56 ayat 9, Tuhan berfirman, “Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyurkannya di depan orang-orang yang Kau-kasihi.

Adapun tips dan trik agar kita selalu menjadi orang yang bersyukur berdasarkan ayat-ayat suci atau firman tuhan antara lain sebagai berikut:

  • Selalu deket dengan Ajaran Tuhan Yang Maha Esa. karena, dengan mendekatkan diri kepada ajaran Tuhan, maka kita bisa terhindar dari kejahatan-kejahatan yang ada disekitar kita.
  • Selalu tampil apa adanya (tidak berlebihan) dalam segala macam apapun.
  • Selalu mengucapkan rasa syukur setelah melakukan berbagai aktivitas.
  • Selalu memandang ke bawah (orang-orang yang berada dibawah ini) agar kita selalu termotivasi untuk selalu bersyukur dan berbuat baik kepada sesama.

Dari sekian banyak materi yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga kalian selalu menjadi orang yang bertitle S2 (Sabar dan Syukur). Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. God Bless For Us.

MENGENAL ISTILAH HARGA DAN KUALITAS SERTA PRODUK (DALAM PEMASARAN)

Dalam lingkup pemasaran, ada beberapa istilah yang sangat penting untuk diketahui oleh kita semua yaitu : Harga, Kualitas dan Produk. Agar kita sebagai pelaku usaha atau orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan pemasaran bisa terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, dikesempatan kali ini saya akan sharing secara garis besar mengenai tiga istilah tersebut.

A. PENGERTIAN HARGA

Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan jumlah uang yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dan barang atau jasa berikut pelayanannya.

Pada pengertian lainnya, harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa

Menurut William J. Stanton, harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Menurut Jerome Mc. Cartgy harga adalah apa yang dibebankan untuk sesuatu.

Dapat disimpulkan bahwa harga adalah suatu satuan nilai mata uang yang mendefinisikan tentang produk yang dijual, dan digunakan sebagai alat transaksi secara langsung dari konsumen kepada penjual, untuk digunakan bersama manfaat bagi kedua belah pihak.

B. PENGERTIAN KUALITAS

Menurut Kotler and Armstrong (2012:283) arti dari kualitas produk adalah โ€œ the ability of a product to perform its functions, it is includes the productโ€™s overall durability, reliability, precision, ease of operation, and repair, and other valued attributes โ€. yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reputasi produk juga atribut produk lainnya.

Menurut ASQC โ€œ American Society for Quality Control โ€ (dalam Amiruddin, 2007 : 15), kualitas ialah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikan kebutuhan kepuasan.

Berdasarkan pendapat dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa kualitas adalah suatu hal atau gambaran yang mencerminkan atau mempresentasikan tentang produk yang ditawarkan, sehingga bisa menjadi nilai jual bagi para pelaku usaha (pemasar) untuk menjual produknya dan mendapatkan pelanggan.

C. PENGERTIAN PRODUK

Secara umum, produk adalah setiap tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Produk biasanya berupa barang-barang yang bersifat tangible (dapat dilihat/berwujud). Amir (2005:8) mendefinisikan produk sebagai : โ€œApa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan merekaโ€.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa, produk adalah segala sesuatu yang bersifat berwujud โ€œtangibleโ€ yang dipasarkan secara umum untuk bisa dikonsumsi oleh para konsumen guna memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen.

Dalam sebuah produk yang sedang dibutuhkan, terdapat lima tingkat atau lingkaran produk menurut Arif (2012 : 143 โ€“ 144) antara lain,

a. Manfaat Inti โ€œCore Benefitโ€

Yaitu jasa atau manfaat inti yang diperoleh oleh konsumen atau pelanggan setelah mendapatkan atau memperoleh produk tersebut. Kebutuhan konsumen paling fundamental adalah manfaat, dan ini merupakan tingkatan paling fundamental dari suatu produk.

b. Manfaat Dasar Tambahan โ€œBasic Product Benefitโ€

Tingkat selanjutnya seorang pemasar atau marketer harus mampu merubah manfaat inti โ€œ Core Benefit โ€ menjadi produk dasar. Pada inti produk tersebut terdapat manfaat bentuk dasar produk atau mampu memenuhi fungsi dasar produk kebutuhan konsumen secara fungsional.

c. Harapan Produk โ€œExpected Productโ€

Artinya serangkaian kondisi yang diharapkan dan disenangi, dimiliki atribut produk tersebut. Kebutuhan konsumen adalah kelayakan. misalnya seperti kegiatan E-Commerce, harapan konsumen adalah kemudahan dan transparan dalam melakukan transaksi tersebut antara pihak penjual dan pembeli.

d. Kelebihan yang Dimiliki Produk โ€œAugmented Productโ€

Artinya salah satu manfaat dan pelayanan yang dapat membedakan produk tersebut dengan pesaing. Kebutuhan konsumen adalah kepuasan. Misalnya di perbankan disediakan suatu produk tabungan berencana, dimana di dalam produk tersebut nasabah dapat menyimpan dan menginvestasikan dananya sekaligus mendapatkan jaminan asuransi jiwa dan kesehatan dengan membayar sejumlah premi tambahan tertentu. Kelebihan tawaran produk tersebut yang dicari oleh nasabah.

e. Potensi Masa Depan Produk โ€œPotensial Productโ€

Artinya bagaimana harapan masa depan dengan produk tersebut apabila terjadi perubahan dan perkembangan teknologi serta selera konsumen. Kebutuhan konsumen adalah masa depan produk. Misalnya kemudahan untuk membayar tagihan telepon, listrik, air atau tagihan lainnya.

Jadi, seperti itu yaa penjelasan secara garis besar mengenai Harga, Kualitas dan Produk dalam lingkup pemasaran. Terima kasih sudah membaca dan meluangkan waktunya. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kebahagian bagi kita semua. Amiin…

TIPS DAN TRIK MENGATASI KEBUNTUAN DALAM MENULIS

Menulis merupakan aktivitas menuangkan ide menjadi sebuah tulisan, yang menghasilkan beberapa kalimat atau paragraf. Seiring berkembangnya zaman, kegiatan menulis yang awalnya hanya sekedar hobi, merambah menjadi sebuah pekerjaan, yang disebut sebagai Penulis.

Seorang penulis biasanya selalu mencurahkan ide dan gagasannya ke dalam sebuah tulisan yang ditujukan kepada orang lain agar bisa menginspirasi. Namun, semakin lama penulis melakukan kegiatan menulisnya, tak jarang menemukan titik buntu yang membuat dia terhenti meskipun permintaan akan adanya informasi yang menginspirasi bisa dibilang tidak akan berhenti.

Maka dari itu, dibutuhkan Tips dan Trik untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis yang bisa di praktiknya oleh siapa pun yang dikenal sebagai rumus :

RUMUS INSPIRASI MENULIS (IM) = 5 x M

M1 (Membaca termasuk Melihat)

Membaca merupakan faktor utama dan tidak bisa dipisahkan dari menulis. bahan bacaan saat ini tersebar luas baik secara online maupun offline.

M2 (Mendengar)

Penulis yang baik adalah pendengar yang setia. Mendengar apapun, mulai dari berita, cerita, pidato, ceramah, lagu, hingga bunyi desiran angin malam dan cuitan burung. Tapi, menuliskan sesuatu yang kita dengar dan baca, harus diversifikasi dan diverifikasi dulu baik kebenaran, kegunaan dan kemanfaatannya.

M3 (Mengalami)

Pengalaman apapun bisa menjadi tulisan. Pengalaman menyenangkan, menyedihkan, memalukan hingga yang membuat orang tertawa terbahak-bahak

M4 (Merasakan atau Perasaan)

Perasaan kita, apapun itu, tangkaplah secara positif dan luapkan dalam tulisan yang bermanfaat. Rasa sedih, rasa marah, rasa lucu, semuanya adalah inspirasi menulis.

M5 (Memikirkan atau Pikiran)

Berpikir sudah tentu adalah bagian dari proses menulis. Disaat kita berdiam diri dan memikirkan sesuatu, seringkali muncul ide, opini, gagasan, rencan terhadap sesuatu yang kita pikirkan.

Begitulah Tips dan Trik yang bisa kita gunakan untuk mengatasi kebuntuan dalam hal menulis. Maka dari itu, yuk kita tulis ide itu di secarik kertas atau di Handpone kamu, sekalipun belum saat itu kamu rangkai dalam bentuk tulisan utuh.

Terima kasih sudah membaca dan meluangkan waktunya. God Bless For Us

Sumber: kompasiana.com

Istilah – Istilah dalam Pemasaran (Bagian 3)

Haloo Sobat Pena Ilmu… Kali ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai istilah – istilah dalam pemasaran (bagian ke 3).

sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama pada pembahasan bagian 1 dan bagian 2 tentang istilah-istilah yang terdapat dalam pemasaran seperti pasar (market), konsep pemasaran, konsep dari permintaan dan penawaran, dan masih banyak lagi.

Pada bagian ini, saya akan lebih menjelaskan tentang entitas-entitas atau hal-hal yang berhubungan dengan pasar (market), sebagai berikut :

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya yang berjudul “Marketing Management” edisi ke 15, menjelaskan mengenai entitas atau hal-hal yang berhubungan dengan pasar antara lain :

  • Barang “Goods“, dimana mengacu kepada segala jenis sesuatu yang bersifat benda mati dan benda hidup serta dijual secara bebas di pasar.
  • Pelayanan “Service“, mengacu kepada barang yang tidak dapat dilihat dan hanya dirasakan oleh penggunanya pada saat itu juga, lebih mengacu kepada aktivitas pelayanannya. seperti tukang cukur rambut.
  • Acara “Event“, mengacu kepada kegiatan mempromosikan barang dan jasa kepada para pelanggan, dengan tujuan utama yaitu mendapatkan pelanggan dan mendapatkan keuntungan.
  • Pengalaman “Experiences“, mengacu kepada pengalaman yang seseorang selama melakukan kegiatan transaksi pada sebuah pasar.
  • Orang “Person“, mengacu kepada pihak – pihak yang terlebih secara langsung atau pun tidak langsung. seperti pedang, pembeli, artis, pemain musik, dan lain-lain.
  • Tempat “Place“, mengacu kepada tempat atau wadah yang digunakan untuk melakukan kegiatan jual beli. seperti sebuah wilayah, kota, atau daerah.
  • Properti “Properties“, mengacu kepada berbagai properti yang digunakan untuk mendukung kegiatan transaksi.
  • Organisasi “Organization“, mengacu kepada berbagai pihak atau sekelompok orang yang turut berpatisipasi dalam kegiatan tersebut.
  • Informasi “Information“, mengacu kepada sumber-sumber informasi yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok, seperti buku atau media online.
  • Ide “Ideas“, mengacu pada ide atau gagasan seseorang untuk melakukan kegiatan transaski di sebuah pasar “market

Jadi seperti itu, entitas atau hal-hal yang berhubungan dengan sebuah pasar menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller. Terima kasih sudah membaca dan meluangkan waktunya.

Istilah – Istilah dalam Pemasaran (Bagian 2)

Istilah dalam pemasaran (Bagian 2) yaitu Pasar โ€œMarketโ€

Pasar โ€œMarketโ€, adalah kumpulan pembeli aktual dan potensial dari suatu produk. Dimana para pembeli ini mempunyai kesamaan kebutuhan atau keinginan tertentu yang dapat dipuaskan melalui kegiatan pertukaraan โ€œexchangeโ€.

Sedangkan, menurut Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya yang berjudul โ€œMarketing Managementโ€ edisi ke 15, mendefinisikan pasar โ€œmarketโ€ yaitu โ€œa physical place where buyyers and sellers garhered to buy and sell goods.โ€ Atau jika diartikan lebih merujuk kepada โ€œtempat fisik dimana para pembeli dan penjual berkumpul untuk membeli dan menjual berbagai barangโ€.

Dapat disimpulkan bahwa, pasar โ€œmarketโ€ adalah sebuah tempat dimana berkumpulnya para pembeli dan penjual untuk memenuhi kebutuhan dengan cara melakukan aktivitas jual-beli.

Istilah dalam pemasaran (Bagian 2) yaitu Jenis-jenis Pasar

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya yang berjudul โ€œMarketing Managementโ€ edisi ke 15, mengklasifikasikan jenis-jenis pasar dalam lingkup pemasaran yaitu :

A. pasar konsumen perusahaan menjual massa konsumen baik dan pelayanan menyangkut jus, kosmetik, sepatu atletik, dan perjalanan udara yang membentuk citra merek dagang yang kuat dengan mengembangkan produk atau layanan, yang superior memastikan yang avaibility, dan dukungan itu dengan kinerja. terlibat komunikasi dan dapat diandalkan

B. Pasar bisnis, perusahaan menjual bisnis baik dan jasa sering wajah baik-informasi pembeli profesional terampil mengevaluasi kompetitif persembahan.Adversiting dan situs web dapat bermain peran, tetapi orang-orang tenaga penjualan, harga, dan penjual reputasi mungkin akan bermain satu yang lebih besar

C.pasar global , perusahaan dalam pasar global menavigasi budaya , bahasa , hukum , dan politik negara mana perbedaan dan memutuskan untuk masuk , bagaimana masuk ke dalam setiap ( sebagai eksportir , licenser , mitra usaha patungan joint venture , kontrak produsen , produsen ) atau solo , bagaimana cara melakukan penyesuaian terhadap produk dan layanan fitur untuk setiap negara , bagaimana untuk mengatur harga , dan bagaimana untuk berkomunikasi dalam budaya yang berbeda

D. Pasar Nirlaba dan Pemerintahan, perusahaan yang menjual ke organisasi nirlaba dengan daya beli terbatas seperti gereja, universitas, organisasi amal, dan lembaga pemerintah perlu memberi harga dengan hati-hati. Banyak pembelian pemerintah membutuhkan penawaran; pembeli sering fokus pada solusi praktis dan menyukai tawaran terendah, hal-hal lain sama.

MENGENAL ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMASARAN (BAGIAN 1)

Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang berjalan terus menerus tanpa adanya jeda, tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Saking cepatnya kegiatan pemasaran ini maka diperlukannya pemahaman tentang istilah-istilah yang terjadi dalam lingkup pemasaran yang harus diketahui oleh banyak pihak, mulai dari pelaku usaha, pembeli, atau masyarakat umum. Mari kita simak istilah-istilah yang ada dalam pemasaran (bagian 1)………..

Istilah pertama dalam pemasaran yaitu Konsep dari Pemasaran

Konsep dari Pemasaran merupakan sebuah proses mengelola hubungan pelanggan yang menguntungkan. Dimana terdapat dua sasaran utama dalam pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan menumbuhkan pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan.

Namun ada yang menjelaskan mengenai definisi pemasaran, yaitu melebih merujuk pada proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

Menurut Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya yang berjudul โ€œMarketing Managementโ€ edisi ke 15, menyebutkan bahwa pemasaran โ€œMarketingโ€ adalah proses tentang mengindentifikasi dan bertemunya manusia dan kebutuhan sosial.

Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika โ€œThe American Marketing Associationโ€, mendefinisikan bahwa โ€œMarketing is the activity, set of institutions, and process for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large.โ€ jika diartikan dalam bahasa indonesia,
“Pemasaran adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses untuk menciptakan, berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya.”

Menurut J. Paul Peter dan Jerry C. Olson dalam bukunya yang berjudul โ€œConsumer Behavior & Marketing Strategyโ€ edisi ke 9, mengemukakan konsep dari pemasaran โ€œmarketingโ€ yaitu โ€œsuggests an organization should satisfy consumer needs and wants to make profits.โ€

Berdasarkan dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran โ€œmarketingโ€ adalah proses yang membutuhkan interaksi antar manusia dengan melibatkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan satu sama lain untuk memenuhi tujuan dan kepuasan kedua belah pihak.

Istilah Kedua dalam pemasaran yaitu Kebutuhan โ€œNeedsโ€, Keinginan โ€œWantsโ€, Permintaan โ€œDemand โ€.

Kebutuhan โ€œ Needs โ€ adalah keadaan dari perasaan kekurangan. Kebutuhan manusia meliputi kebutuhan fisik akan makanan, pakaian, kehangatan, dan keamanan, kebutuhan sosial akan kebersamaan dan perhatian, dan kebutuhan pribadi akan pengetahuan dan ekspresi diri.

Keinginan โ€œ Wants โ€adalah kebutuhan manusia yang terbentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang. Keinginan terbentuk oleh masyarakat dan dipaparkan dalam bentuk objek yang bisa memuaskan kebutuhan. Misalnya, Orang Amerika membutuhkan makanan tetapi menginginkan Big Mac, kentang goreng, dan minuman ringan.

Permintaan โ€œ Demand โ€ adalah tindakan selanjutnya dari terwujudnya sebuah keinginan โ€œwantsโ€, mengingat keinginan dan sumber dayanya, manusia menuntut manfaat produk yang memberi tambahan pada nilai dan kepuasan yang paling tinggi.  

Jenis-jenis Ilmu Manajemen

Hallo teman-teman…

Selamat datang kembali di blog “Pena Ilmu” membahas tentang Ilmu-ilmu yang menarik untuk kita semua.

Di pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Jenis-jenis Ilmu Manajemen. Langsung saja kita mulai…..

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber daya manusia
MSDM atau Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu fungsi dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang fokus pada kegiatan rekrutmen, pengelolaan dan pengarahan untuk orang-orang yang bekerja dalam perusahaan tersebut.

Divisi HR yang mengelola manajemen SDM ini akan menyediakan pengetahuan (tentang perusahaan), peralatan yang dibutuhkan, pelatihan, layanan administrasi, pembinaan, saran hukum, serta pengawasan dan manajemen talenta. Semua hal tersebut dibutuhkan demi mencapai tujuan perusahaan.

Selain itu, divisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan perusahaan dengan menerapkan seluruh nilai dan budaya perusahaan.

Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tim yang solid dan mengilhami pemberdayaan karyawan.

2. Manajemen Sistem Informasi (MSI)

manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan Sistem Informasi Eksekutif.

3. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu:

  • Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva
  • Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari dana internal perusahaan atau dana eksternal perusahaan.
  • Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan di alokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola se-efisisen mungkin.

4. Manajemen Inovasi

Manajemen Inovasi adalah kombinasi dari manajemen dari proses inovasi dan manajemen perubahan. Hal ini mengacu pada produk, proses bisnis, dan inovasi organisasi.

Manajemen inovasi terdiri dari serangkaian metode yang memungkinkan manajer dan insinyur untuk bekerja sama dengan kesamaan pemahaman mengenai proses dan tujuan. Manajemen inovasi memungkinkan organisasi untuk menanggapi peluang eksternal atau internal dan menggunakan kreativitas untuk memperkenalkan ide-ide, proses, atau produk. Hal ini tidak diturunkan untuk R&D; melibatkan pekerja pada setiap tingkat dalam memberikan kontribusi kreatif untuk sebuah perusahaan pengembangan produk, manufaktur dan pemasaran.

Dengan memanfaatkan peralatan manajemen inovasi, manajemen dapat memicu dan menyebarkan kemampuan kreatif tenaga kerja untuk pengembangan yang berkesinambungan dari perusahaan. Alat Umum yang meliputi brainstorming, virtual prototyping, produk manajemen siklus hidup, ide manajemen, TRIZ, Faseโ€“model gerbang, manajemen proyek, lini produk perencanaan dan manajemen portofolio. Proses ini dapat dilihat sebagai evolusi integrasi organisasi, teknologi, dan pasar oleh literasi rangkaian kegiatan seperti mencari, memilih, menerapkan, dan menangkap.

Proses inovasi dapat didorong atau ditarik melalui pembangunan. Yang mendorong proses ini didasarkan pada teknologi baru atau teknologi yang telah ada, dimana organisasi memiliki akses, dan mencoba untuk menemukan aplikasi yang menguntungkan.

Yang menarik proses ini didasarkan pada menemukan daerah di mana kebutuhan pelanggan yang tidak terpenuhi, dan kemudian menemukan solusi untuk kebutuhan tersebut.Untuk berhasil dengan metode lain yang baik, diperlukan pemahaman pasar dan masalah-masalah teknis. Dengan cara membuat pengembangan tim multi fungsional, yang berisi para insinyur dan pemasar, kedua dimensi ini dapat diselesaikan.

The product lifecycle semakin pendek karena kompetisi yang meningkat. hal ini memaksa perusahaan untuk mengurangi waktu penjualan. Manajer inovasi harus menurunkan waktu pengembangan, tanpa mengorbankan kualitas dan kebutuhan pasar.

5. Manajemen Strategik

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan – keputusan, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi.

Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.

6. Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk seperti Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain (transfer risk), menghindari risiko (avoid risk), mengurangi efek negatif risiko (mitigate risk), dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu (accept risk). Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi

  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
  • Risiko Operasional

Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).

Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

7. Manajemen Produksi

Manajemen Produksi adalah sebagai penataan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk atau jasa yang diinginkan sehingga memiliki nilai jual. Menurut situs UK Esays, produksi ini dikategorikan menjadi beberapa bagian berdasarkan teknik:

Produksi yang diambil dari bahan mentah langsung kemudian diekstrak menjadi produk yang diinginkan. Misalnya ekstraksi minyak untuk dibuat menjadi berbagai macam produk.

Produk yang didapatkan dengan cara memodifikasi bahan baik secara kimiawi atau parameter mekanis tanpa mengubah atribut fisiknya. Misalnya dilakukan dengan memanaskan bahan baku di suhu yang tinggi.

Produksi dengan cara perakitan, misalnya komputer atau mobil.

Pemahaman pengertian manajemen produksi ini kerap dikesampingkan. Padahal dari sini sebuah bisnis bisa melakukan efisiensi karena bagian ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Idealnya, bidang produksi harus melakukan beberapa hal seperti:

– Peningkatan produktivitas
– Menggunakan simbiosis industri
– Perlindungan karyawan dari bahaya fisik
– Penghilangan material yang berbahaya

Hal-hal di atas merupakan bagian yang paling banyak menguras kantong. Belum lagi hukum yang berlaku, peraturan buruh dan juga hambatan lain yang berefek besar pada budgeting produksi. Karena itu, penataan bagian produksi tidak hanya terbatas pada membeli bahan baku murah saja, tapi pembetukan sistem dan pemanfaatan teknologi supaya bisa bertahan dalam keadaan sulit.

8. Manajemen Pemasaran

manajemen pemasaran adalah tugas penting dan kreatif untuk memberikan kepuasan konsumen dan dengan demikian menghasilkan laba melalui permintaan konsumen.

Manajer pemasaran harus memililiki perencanaan atas  pelaksanaan, koordinasi, dan kontrol dalam kaitannya dengan fungsi pemasaran riset pemasaran, perencanaan dan pengembangan produk, penetapan harga, iklan, penjualan dan distribusi untuk tujuan untuk memuaskan kebutuhan konsumen, bisnis dan masyarakat.

Karakteristik Manajemen Pemasaran
Berorientasi pada Pelanggan

– Riset Pasar
– Membuat Rencana Pemasaran
– Pemasaran yang Sistematis
– Kepuasan Pelanggan

Okee teman-teman. Sekian pembahasan tentang jenis-jenis ilmu manajemen. Terimakasih ๐Ÿ˜‰

Yuk Lebih kenal dengan manajemen lewat Sejarahnya

Halllo teman-teman…

Bagaimana kabarnya teman-teman hari ini? Saya doakan teman-teman selalu sehat dan bahagia yaa ๐Ÿ˜‡

Dan selamat datang kembali di website “Pena Ilmu”.

“Dengan pena, kita bisa mendapatkan Ilmu”

Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Sejarah Perkembangan Manajemen. Di pembahasan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai “apa itu manajemen?” Bagi yang belum tahu, coba kunjungi postingan saya sebelumnya yaa.

Menurut beberapa referensi yang pernah saya baca, sejarah manajemen pertama kali terlihat pada era Mesir Kuno. Dengan dukungan teori tersebut berupa adanya sebuah Piramida atau Spink. Dimana klo ditelusuri lebih jauh, untuk membangun sebuah Piramida saja memerlukan banyak orang , dan dibutuhkan seseorang yang bisa mengatur agar orang-orang tersebut bisa membangun sebuah Piramida yang sesuai Dengan permintaan raja pada era tersebut.

(Piramida dan Spink)

Secara umum, ada 3 fase dalam sejarah manajemen, dimulai dari fase
A. Fase pemikiran awal
B. Fase manusia sosial
C. Fase kontingensi (modern)