
Halo Sobat Pena Ilmu, Bagaimana kabarnya hari ini? Saya harap selalu dalam keadaan baik-baik saja yaa.
Kita pasti sejak dari kecil sudah ditanamkan mindset atau pemikiran oleh orang tua kita untuk selalu menabung dari uang sisa jajan kita sehari, kegiatan menabung ini bisa kita lakukan kapanpun, dimanapun, dan tidak mengenal besaran uang yang ditabung. Sehingga, berkat dari mindset itulah kita bisa menjadi pribadi yang selalu menerapkan prinsip menabung sampai saat ini. Dan beruntunglah orang-orang yang selalu menerapkan prinsip menabung sejak dini apalagi di masa yang serba susah saat ini dikarenakan ada pandemi virus Covid 19.
Bertahun-tahun berikutnya, muncullah istilah yang baru, mungkin sebagian orang sudah mendengar ada istilah ini yaitu Investasi. Secara umum, investasi adalah kegiatan penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan untuk mendapatkan hasil dari kegiatan yang dilakukan.
Banyak dari tokoh-tokoh dunia yang berhasil menjadi miliarder berkat Investasi ini, salah satunya Warren Buffet, yang melakukan investasi saham coca cola selama bertahun-tahun, sehingga berkat hasil investasinya tersebut, membuat dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Berkat kisah keberhasilannya tersebut, membuat banyak pihak ingin mengikuti cara Warren Buffet untuk menjadi salah satu orang terkaya di dunia melalui investasi.
Tetapi, seperti pisau bermata dua, investasi bisa menjadi alat yang sangat menguntungkan dan bisa menjadi alat yang sangat mematikan bagi seseorang yang kurang paham mengenai teknis dari investasi ini.
Maka tak jarang, kehidupan seseorang bisa berubah menjadi 1800 jika sudah menguasai kegiatan investasi ini. Maka dari itu, di kesempatan kali ini, saya akan melakukan perbandingan antara Menabung dengan Investasi berdasarkan hal-hal yang cukup relevan (berhubungan) dengan kedua istilah tersebut. Dimana hasil akhir, akan saya lempar kembali ke para pembaca sebagai tindakan terakhir. Mari kita mulaikan!!!!
HAL PERTAMA: BENTUK DAN JENIS PRODUK

Hal pertama yang harus kita ketahui dalam memutuskan apakah kita akan melakukan investasi atau menabung yaitu dalam hal produk yang tersedia di kedua istilah tersebut.
Dalam kegiatan menabung, biasanya produk utama yang ditabung biasanya berbentuk uang yang bisa disimpan dimana saja, mulai dari celengan sampai ke dalam bentuk tabungan. Sedangkan, dalam kegiatan berinvestasi, produk yang diinvestasikan ada bermacam-macam mulai dari Reksa Dana, Saham, Obligasi, Surat Berharga Negara (SBN), Crypto atau BitCoin, Properti, dan Tanah. Dimana masing-masing dari produk tersebut memiliki risiko yang berbeda-beda pula.
HAL KEDUA : KEMUDAHAN AKSES

Dalam kegiatan menabung, akses yang diberikan sangat mudah. Mulai bisa dilakukan oleh diri sendiri atau melalui beberapa bank yang menyediakan fasilitas tabungan, dan persyaratan untuk melakukannya terbilang cukup mudah (bagi yang ingin menabung di bank). Salah satu kemudahan akses pada saat menabung yaitu pada saat penarikan uang yang bebas kapan saja dan dimana saja asalkan ada ATM / tempat penarikan uang (bagi yang ingin menabung di bank), bagi yang melakukannya secara individu bisa langsung potong aja celengannya. Hehehehe…..
Sedangkan dalam kegiatan investasi, akses yang diberikan cukup mudah, apalagi banyak bank atau lembaga keuangan yang menyediakan akses ini, salah satunya Bank Mandiri yang mempunyai wadah bagi para investor (orang yang melakukan investasi) yaitu Mandiri Sekuritas. Tetapi, yang menjadi masalah bagi para investor yaitu pada saat mengambil uang tersebut harus sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Bank tersebut. Jadi tidak bisa diambil sewaktu-waktu membutuhkan uang tersebut.
HAL KETIGA : KEUNTUNGAN

Berbicara mengenai keuntungan memang tidak ada habisnya terlebih dalam memilih kegiatan berinvestasi atau menabung.
Dalam kegiatan menabung, khususnya dalam hal keuntungan, cenderung keuntungannya relatif tidak terlalu signifikan (melonjak tajam) atau bisa dibilang keuntungan kecil (jika menabung di bank), sama hal-hal dengan menabung secara individu melalui celengan, justru keuntungan dari hasil menabung tersebut bisa dibilang tidak ada, karena tidak ada tambahan keuntungan, hanya berasal dari sisa hasil uang harian saja.
Berbeda hal dengan kegiatan investasi, yang mempunyai tingkat keuntunganya bisa mencapai 100% bahkan bisa lebih tergantung produk investasi yang dipilih, salah satu instrument atau produk investasi yang memiliki keuntungan tertinggi yaitu investasi saham.
HAL KEEMPAT : RISIKO KERUGIAN
Berbicara mengenai kerugian memang tidak ada habisnya terlebih dalam memilih kegiatan berinvestasi atau menabung.
Dalam kegiatan menabung, risiko yang ditanggung oleh konsumen sejauh ini bisa dibilang cukup kecil, selagi Bank yang menyelenggarakan program tabungan memiliki predikat yang cukup bagus dan dikenal oleh masyarakat. Jadi risiko kehilangan uang atau sejenisnya dibisa di antisipasi dengan baik.
Berbeda 1800 dengan kegiatan investasi, yang memiliki risiko pada setiap produk investasi, mulai dari risiko terendah sampai tertinggi. Risiko terendah dipegang oleh produk investasi Emas, sedangkan risiko tertinggi dipegang oleh produk investasi Saham.
HAL KELIMA : TUJUAN

Setelah kita membandingkan kegiatan menabung dan investasi, maka kurang lengkap kita membandingkan tujuan seseorang dalam melakukan kegiatan menabung dan berinvestasi.
Dalam kegiatan menabung, tujuan seseorang melakukan kegiatan tersebut, hanya untuk menyiapkan dana darurat yang bisa dipakai jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang diinginkan.
Berbeda dengan kegiatan berinvestasi, tujuan seseorang melakukan kegiatan tersebut, bisa bermacam-macam seperti ingin merasakan keuntungan, ingin mengamati pergerakan pasar modal, atau hanya ingin merasakan sensasi atau pengalaman berinvestasi.
Dari beberapa hal yang sudah saya bahas mengenai istilah Menabung dan Investasi. Kira-kira menurut para pembaca lebih untungan mana? Apakah Menabung? Atau Berinventasi? Silakan tulis jawaban kamu dikolom komentar yaa.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga kita selalu dalam keadaan baik-baik saja. God Bless For Us.























