MENGENAL ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMASARAN (BAGIAN 1)

Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang berjalan terus menerus tanpa adanya jeda, tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Saking cepatnya kegiatan pemasaran ini maka diperlukannya pemahaman tentang istilah-istilah yang terjadi dalam lingkup pemasaran yang harus diketahui oleh banyak pihak, mulai dari pelaku usaha, pembeli, atau masyarakat umum. Mari kita simak istilah-istilah yang ada dalam pemasaran (bagian 1)………..

Istilah pertama dalam pemasaran yaitu Konsep dari Pemasaran

Konsep dari Pemasaran merupakan sebuah proses mengelola hubungan pelanggan yang menguntungkan. Dimana terdapat dua sasaran utama dalam pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan menumbuhkan pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan.

Namun ada yang menjelaskan mengenai definisi pemasaran, yaitu melebih merujuk pada proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

Menurut Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya yang berjudul “Marketing Management” edisi ke 15, menyebutkan bahwa pemasaran “Marketing” adalah proses tentang mengindentifikasi dan bertemunya manusia dan kebutuhan sosial.

Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika “The American Marketing Association”, mendefinisikan bahwa “Marketing is the activity, set of institutions, and process for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large.” jika diartikan dalam bahasa indonesia,
“Pemasaran adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses untuk menciptakan, berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya.”

Menurut J. Paul Peter dan Jerry C. Olson dalam bukunya yang berjudul “Consumer Behavior & Marketing Strategy” edisi ke 9, mengemukakan konsep dari pemasaran “marketing” yaitu “suggests an organization should satisfy consumer needs and wants to make profits.”

Berdasarkan dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran “marketing” adalah proses yang membutuhkan interaksi antar manusia dengan melibatkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan satu sama lain untuk memenuhi tujuan dan kepuasan kedua belah pihak.

Istilah Kedua dalam pemasaran yaitu Kebutuhan “Needs”, Keinginan “Wants”, Permintaan “Demand ”.

Kebutuhan “ Needs adalah keadaan dari perasaan kekurangan. Kebutuhan manusia meliputi kebutuhan fisik akan makanan, pakaian, kehangatan, dan keamanan, kebutuhan sosial akan kebersamaan dan perhatian, dan kebutuhan pribadi akan pengetahuan dan ekspresi diri.

Keinginan “ Wants adalah kebutuhan manusia yang terbentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang. Keinginan terbentuk oleh masyarakat dan dipaparkan dalam bentuk objek yang bisa memuaskan kebutuhan. Misalnya, Orang Amerika membutuhkan makanan tetapi menginginkan Big Mac, kentang goreng, dan minuman ringan.

Permintaan “ Demand adalah tindakan selanjutnya dari terwujudnya sebuah keinginan “wants”, mengingat keinginan dan sumber dayanya, manusia menuntut manfaat produk yang memberi tambahan pada nilai dan kepuasan yang paling tinggi.  

Jenis-jenis Ilmu Manajemen

Hallo teman-teman…

Selamat datang kembali di blog “Pena Ilmu” membahas tentang Ilmu-ilmu yang menarik untuk kita semua.

Di pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Jenis-jenis Ilmu Manajemen. Langsung saja kita mulai…..

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber daya manusia
MSDM atau Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu fungsi dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang fokus pada kegiatan rekrutmen, pengelolaan dan pengarahan untuk orang-orang yang bekerja dalam perusahaan tersebut.

Divisi HR yang mengelola manajemen SDM ini akan menyediakan pengetahuan (tentang perusahaan), peralatan yang dibutuhkan, pelatihan, layanan administrasi, pembinaan, saran hukum, serta pengawasan dan manajemen talenta. Semua hal tersebut dibutuhkan demi mencapai tujuan perusahaan.

Selain itu, divisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan perusahaan dengan menerapkan seluruh nilai dan budaya perusahaan.

Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tim yang solid dan mengilhami pemberdayaan karyawan.

2. Manajemen Sistem Informasi (MSI)

manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan Sistem Informasi Eksekutif.

3. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu:

  • Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva
  • Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari dana internal perusahaan atau dana eksternal perusahaan.
  • Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan di alokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola se-efisisen mungkin.

4. Manajemen Inovasi

Manajemen Inovasi adalah kombinasi dari manajemen dari proses inovasi dan manajemen perubahan. Hal ini mengacu pada produk, proses bisnis, dan inovasi organisasi.

Manajemen inovasi terdiri dari serangkaian metode yang memungkinkan manajer dan insinyur untuk bekerja sama dengan kesamaan pemahaman mengenai proses dan tujuan. Manajemen inovasi memungkinkan organisasi untuk menanggapi peluang eksternal atau internal dan menggunakan kreativitas untuk memperkenalkan ide-ide, proses, atau produk. Hal ini tidak diturunkan untuk R&D; melibatkan pekerja pada setiap tingkat dalam memberikan kontribusi kreatif untuk sebuah perusahaan pengembangan produk, manufaktur dan pemasaran.

Dengan memanfaatkan peralatan manajemen inovasi, manajemen dapat memicu dan menyebarkan kemampuan kreatif tenaga kerja untuk pengembangan yang berkesinambungan dari perusahaan. Alat Umum yang meliputi brainstorming, virtual prototyping, produk manajemen siklus hidup, ide manajemen, TRIZ, Fase–model gerbang, manajemen proyek, lini produk perencanaan dan manajemen portofolio. Proses ini dapat dilihat sebagai evolusi integrasi organisasi, teknologi, dan pasar oleh literasi rangkaian kegiatan seperti mencari, memilih, menerapkan, dan menangkap.

Proses inovasi dapat didorong atau ditarik melalui pembangunan. Yang mendorong proses ini didasarkan pada teknologi baru atau teknologi yang telah ada, dimana organisasi memiliki akses, dan mencoba untuk menemukan aplikasi yang menguntungkan.

Yang menarik proses ini didasarkan pada menemukan daerah di mana kebutuhan pelanggan yang tidak terpenuhi, dan kemudian menemukan solusi untuk kebutuhan tersebut.Untuk berhasil dengan metode lain yang baik, diperlukan pemahaman pasar dan masalah-masalah teknis. Dengan cara membuat pengembangan tim multi fungsional, yang berisi para insinyur dan pemasar, kedua dimensi ini dapat diselesaikan.

The product lifecycle semakin pendek karena kompetisi yang meningkat. hal ini memaksa perusahaan untuk mengurangi waktu penjualan. Manajer inovasi harus menurunkan waktu pengembangan, tanpa mengorbankan kualitas dan kebutuhan pasar.

5. Manajemen Strategik

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan – keputusan, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi.

Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.

6. Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk seperti Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain (transfer risk), menghindari risiko (avoid risk), mengurangi efek negatif risiko (mitigate risk), dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu (accept risk). Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi

  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik
  • Risiko Operasional

Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).

Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

7. Manajemen Produksi

Manajemen Produksi adalah sebagai penataan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk atau jasa yang diinginkan sehingga memiliki nilai jual. Menurut situs UK Esays, produksi ini dikategorikan menjadi beberapa bagian berdasarkan teknik:

Produksi yang diambil dari bahan mentah langsung kemudian diekstrak menjadi produk yang diinginkan. Misalnya ekstraksi minyak untuk dibuat menjadi berbagai macam produk.

Produk yang didapatkan dengan cara memodifikasi bahan baik secara kimiawi atau parameter mekanis tanpa mengubah atribut fisiknya. Misalnya dilakukan dengan memanaskan bahan baku di suhu yang tinggi.

Produksi dengan cara perakitan, misalnya komputer atau mobil.

Pemahaman pengertian manajemen produksi ini kerap dikesampingkan. Padahal dari sini sebuah bisnis bisa melakukan efisiensi karena bagian ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Idealnya, bidang produksi harus melakukan beberapa hal seperti:

– Peningkatan produktivitas
– Menggunakan simbiosis industri
– Perlindungan karyawan dari bahaya fisik
– Penghilangan material yang berbahaya

Hal-hal di atas merupakan bagian yang paling banyak menguras kantong. Belum lagi hukum yang berlaku, peraturan buruh dan juga hambatan lain yang berefek besar pada budgeting produksi. Karena itu, penataan bagian produksi tidak hanya terbatas pada membeli bahan baku murah saja, tapi pembetukan sistem dan pemanfaatan teknologi supaya bisa bertahan dalam keadaan sulit.

8. Manajemen Pemasaran

manajemen pemasaran adalah tugas penting dan kreatif untuk memberikan kepuasan konsumen dan dengan demikian menghasilkan laba melalui permintaan konsumen.

Manajer pemasaran harus memililiki perencanaan atas  pelaksanaan, koordinasi, dan kontrol dalam kaitannya dengan fungsi pemasaran riset pemasaran, perencanaan dan pengembangan produk, penetapan harga, iklan, penjualan dan distribusi untuk tujuan untuk memuaskan kebutuhan konsumen, bisnis dan masyarakat.

Karakteristik Manajemen Pemasaran
Berorientasi pada Pelanggan

– Riset Pasar
– Membuat Rencana Pemasaran
– Pemasaran yang Sistematis
– Kepuasan Pelanggan

Okee teman-teman. Sekian pembahasan tentang jenis-jenis ilmu manajemen. Terimakasih 😉

Yuk Lebih kenal dengan manajemen lewat Sejarahnya

Halllo teman-teman…

Bagaimana kabarnya teman-teman hari ini? Saya doakan teman-teman selalu sehat dan bahagia yaa 😇

Dan selamat datang kembali di website “Pena Ilmu”.

“Dengan pena, kita bisa mendapatkan Ilmu”

Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai Sejarah Perkembangan Manajemen. Di pembahasan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai “apa itu manajemen?” Bagi yang belum tahu, coba kunjungi postingan saya sebelumnya yaa.

Menurut beberapa referensi yang pernah saya baca, sejarah manajemen pertama kali terlihat pada era Mesir Kuno. Dengan dukungan teori tersebut berupa adanya sebuah Piramida atau Spink. Dimana klo ditelusuri lebih jauh, untuk membangun sebuah Piramida saja memerlukan banyak orang , dan dibutuhkan seseorang yang bisa mengatur agar orang-orang tersebut bisa membangun sebuah Piramida yang sesuai Dengan permintaan raja pada era tersebut.

(Piramida dan Spink)

Secara umum, ada 3 fase dalam sejarah manajemen, dimulai dari fase
A. Fase pemikiran awal
B. Fase manusia sosial
C. Fase kontingensi (modern)

Yuk kenalan sama Ilmu Akuntansi (Bagian 1)

(Ilmu akuntansi)

Hallo teman-teman… Selamat datang kembali di website saya “Pena Ilmu”.

Nah pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi tentang Ilmu Akuntansi. Dimana kita akan membahas beberapa hal seperti :

  • Pengertian Ilmu Akuntansi secara garis besar
  • Pengertian Ilmu Akuntansi menurut para ahli
  • Manfaat Ilmu Akuntansi saat ini
  • Pihak-pihak yang berhubungan dengan akuntansi
  • Istilah-istilah apa saja yang terdapat dalam Ilmu Akuntansi

Sebelum itu, saya mau tanya nih, menurut kalian, Ilmu Akuntansi itu susah atau gampang? Nah mungkin bagi para lulusan SMK yang udah kecipratan sedikit Ilmu Akuntansi pasti bilang nya susah dan ada yang bilang gampang. Okee itu bagus. terus bagaimana dengan lulusan SMA? Yang dari dulu belum pernah PDKT Ama ilmu akuntansi. Boleh enggak yang lulusan SMA juga mengenal ilmu akuntansi ini??

Oke, sebenarnya untuk mengenal Ilmu Akuntansi ini, kita anggap seperti sedang PDKT sama pacar kita hehehehe . Dimana-mana awalnya memang pahit, tapi klo diiringi sama konsistensi kita untuk lebih dekat dengan pacar kita, pasti akan Happy Ending kok. Hehehe

Okee tanpa basa-basi lagi saya kan mulai pembahasan nya.

Manajemen? Apaan itu?

Hallo semua… Selamat datang di blog saya. Membahas mengenai Ilmu-ilmu yang bermanfaat dan menarik untuk kita semua….

Membahas tentang Ilmu-ilmu yang bermanfaat dan menarik, maka Ilmu pertama yang saya akan bagikan ke teman-teman yaitu “Ilmu Manajemen”

PENGERTIAN ILMU MANAJEMEN SECARA GARIS BESAR

Ilmu Manajemen secara garis besar yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara nya kita me-Manage segala sesuatu agar tetap terkendali dan berjalan dengan lancar.

PENGERTIAN ILMU MANAJEMEN SECARA ETIMOLOGI

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.” Kemudian, di adopsi ke bahasa Inggris menjadi management, yang memiliki arti seni mengelola.

PENGERTIAN ILMU MANAJEMEN MENURUT PANDANGAN PARA AHLI

Beberapa ahli berpendapat mengenai pengertian dari Ilmu Manajamen, seperti

1. Encylopedia of the Social Science

Definisi Ilmu manajemen adalah proses yang dalam pelaksanaan tujuanya ,direncanakan, dilaksanakan serta diawasi.

2. Mary Parker Follet

Ilmu Manajemen adalah suatu seni/Ilmu tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

3. George R. Terry

Ilmu Manajemen adalah Ilmu yang berproses pada tindakan-tindakan seperti; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. Manajemen ialah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.

4. James A.F Stoner

Ilmu Manajemen merupakan Ilmu yang berfokus pada proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usahda dari anggota entitas/organisasi dan juga mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

5. Ricky W. Griffin

Ilmu Manajemen adalah sebuah Ilmu yang di dalamnya dijelaskan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

6. Henry Fayol

Ilmu Manajemen adalah ilmu yang mengandung gagasan atau ide 5 fungsi utama yaitu merancang, memerintah, mengorganisir, mengendalikan dan mengkoordinasi.

Jadi dari beberapa penjelasan mengenai Ilmu Manajemen dari para ahli dapat di simpulkan bahwa

“Ilmu Manajemen adalah suatu ilmu atau pengajaran dimana dalam pengajaran atau ilmu tersebut memuat beberapa hal seperti; Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Tindakan (Action), Dan Evaluasi (Evaluation). Dengan harapan kinerja para karyawan menjadi lebih efektif dan efisien serta dapat memenuhi tujuan yang sudah ditentukan.”

TUJUAN DARI ILMU MANAJEMEN

Setelah kita mengetahui pengertian dari Ilmu Manajamen secara garis besar dan menurut para ahli. Kita lanjut ke tujuan dari ilmu manajemen itu sendiri seperti

  • Memberikan arahan kepada para karyawan atau pekerja untuk selalu bekerja sesuai dengan tugas nya.
  • Bagi para manager atau pimpinan perusahaan, bisa menjadi informasi untuk merencanakan setiap aktivitas untuk meraih misi perusahaan
  • Dengan adanya Ilmu Manajamen di sebuah perusahaan , menjadi suatu pedoman atau Standar Operasi Prosedur (SOP) yang wajib dilaksanakan kepada seluruh aspek perusahaan.
  • Sebagai bahan evaluasi hasil kinerja guna untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi.

FUNGSI ILMU MANAJEMEN

Adapun fungsi dari Ilmu Manajamen antara lain;

  • Perencanaan (Planning)
  • Pengorganisasi (Organizing)
  • Pengarahan (Directing)
  • Pengendalian (Controlling)

Okee teman-teman, jadi kita sudah mengetahui mengenai Ilmu Manajamen. Pada kesempatan berikutnya, saya akan menjelaskan lanjut lagi tentang ilmu Manajemen ini. Terimakasih 😉